- BERANDA
- STIKES
- AKADEMIK
- SDM
- LEMBAGA
- KERJASAMA
- FASILITAS
- MAHASISWA
- ALUMNI
- KEGIATAN
- MATERI
- SNARS Edisi 2017
- Kemkes STR Online Ver 2 0
- Website e-STR Ver.2.0
- Panduan CPD Online IBI
- Login Akun CPD Online IBI
- Manual RM
- Aplikasi Komputer
- PKL-I
- PKL-II
- PKL-III
- PKL-IV
- Farmakologi
- MMIK-I
- MMIK-II
- MMIK-III
- KKPMT-I
- KKPMT-II
- KKPMT-III
- KKPMT-IV
- ICD-10 Vol.2_2010
- ICD-9
- ICD-10 Vol.2_1-3
- SIK-I
- SIK-II
- SIK-III
- TIK-I
- TIK-II
- TIK-III
- MIK I
- MIK II
- MIK III
- MIK IV
- MIK V
- FORM
Rabu, 03 Juli 2019
Sabtu, 29 Juni 2019
Logo Visi Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang
Arti dan makana Prodi Memiliki Kemampuan dan
Komitmen melaksanakan semua aspek pendidikan berdasarkan SN-Dikti
dan KKNI level 6 serta Kompetensi Sarjana Kesmas, Sustainable dan Relevan
dengan kebutuhan Daya Saing Masa Kini
dan Mendatang dengan mempunyai ciri khas
yaitu:
- Memiliki Kemandirian ENTERESPROVENTIF “ENTREPRENUER - RESPONSIF -
PROMOTIF - PREVENTIF
- Memiliki Ketaqwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai
landasan utama dalam upaya berperan meningkatkan kualitas kesejahteraan
masyarakat
LULUSAN SARJANA KESMAS
Lulusan Sarjana
Kesmas setelah lulus melalui kegiatan perkuliahan selama 8 semester atau telah
menyelesaikan sejumlah 144 SKS dengan mencapai IPK minimal
3,25 dan memiliki Ketaqwaan, Kompetensi dan Kemandirian Enterresproventif
KOMPETENSI
Lulusan memiliki dan mampu: 1)
Merespon dan memiliki komitmen tinggi terhadap perkembangan ilmu Kesmas
Mengaplikasikan prinsip dasar dan metode Kesmas dalam memecahkan masalah Kesmas
untuk mengenal, merumuskan dan menyusun prioritas masalah Kesmas sekarang dan
akan datang, serta menyelesaikan masalah tersebut melalui perencanaan,
implementasi dan evaluasi program yang bersifat preventif dan promotif, tanpa
mengabaikan program yang bersifat kuratif dan rehabilitatif, 2) Merencanakan,
mengelola dan mengevaluasi upaya kesehatan sesuai dengan situasi dan kondisi
daerah setempat dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada untuk meningkatkan Kesmas,
3) Mendidik dan meningkatkan keikutsertaan masyarakat untuk meningkatkan taraf
kesehatan, 4) Memahami dan menggunakan hasil penelitian untuk merencanakan,
melaksanakan dan mengevaluasi upaya kesehatan.
BERTAQWA
Lulusan
memiliki ketaqwa Kepada Tuhan YME sebagai filar utama dalam melaksanakan
tridharma perguruan tinggi dan sebagai perwujudan ahlak dalam kehidupan
sehari-hari, memiliki kepekaan dan ketajaman nurani, etika moral, serta,
memiliki wawasan dan berbudaya dengan memanfaatkan nilai-nilai luhur budaya
lokal dan yang bersifat universal untuk berinteraksi dan memberikan pelayanan yang
bermutu tinggi dan komperhensif kepada keluarga, kelompok dan masyarakat.
KEMANDIRIAN
Lulusan memiliki Kemandirian ENTERESPROVENTIF “sebagai ENTREPRENUER, bertindak RESPONSIF, PROMOTIF dan PREVENTIF;” untuk ikut serta meningkatkan derajat Kesmas.
ENTREPRENUER :
Lulusan dengan keungguan mandiri sebagai
wirausahawan dengan memiliki jiwa kewirausahaan dengan membuka peluang usaha mandiri.
Lulusan sebagai pelaku usaha mandiri dapat berhasil baik dituntut untuk mampu
sebagai manajerial dan pelaksana usaha, didukung pula kemampuan menyusun
perencanaan berdasarkan visi yang diimplementasikan secara strategis dan
mempunyai kemampuan personal selling, dibekali pendidikan teknis wirausaha (soft skill) dalam menghadapi dunia
kerja.
RESPONSIF :
Lulusan
memiliki Kemandirian untuk
dapat cepat bertindak cepat merespon dan bertanggugjawab terhadap perkembangan ilmu Kesmas, menggunakan hasil penelitian
untuk merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi upaya kesehatan dan dapat
mengaplikasikan prinsip dasar dan metode Kesmas dalam memecahkan masalah Kesmas
untuk mengenal, merumuskan dan menyusun prioritas masalah Kesmas sekarang dan
akan datang, sesuai dengan situasi dan kondisi daerah setempat dengan
memanfaatkan sumberdaya yang ada
PROMOTIF :
Lulusan memilki kemandirian dalam memberikan pelayanan kesehatan promotif
melalui suatu kegiatan dan/ atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan
yanglebih mengutamakan kegiatan yang bersifat promosi kesehatan, mendidik, memotivator
dan role model bagi untuk meningkatkan
keikutsertaan masyarakat dalam meningkatkan taraf kesehatan, serta
mampu menggerakkan seluruh potensi masyarakat memberikan pelayanan yang
bermutu tinggi dan komperhensif kepada keluarga, kelompok dan masyarakat dengan Berbasis
Perilaku mengandung arti bahwa pembangunan kesehatan harus diimbangi dengan intervensi
perilaku yang memungkinkan masyarakat lebih sadar, mau dan mampu melakukan
hidup sehat sebagai prasyarat pembangunan yang berkelanjutan (sustainable
development). Oleh sebab itu promosi kesehatan hendaknya dapat berjalan
secara integral dengan berbagai aktivitas pembangunan kesehatan sehingga
menjadi arus utama pada percepatan pencapaian MDGs dan mewujudkan jaminan Kesmas
semesta (universal
coverage).
PREVENTIF :
Lulusan
memiliki kemandirian dalam memberikan pelayanan kesehatan preventif melalui serangkaian
kegiatan untuk mencegah terjadinya penyakit dan gangguan kesehatan
individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. Untuk menjadikan
masyarakat mampu hidup sehat, masyarakat harus dibekali dengan pengetahuan
tentang cara-cara hidup sehat.
#visiprogramstudikesehatanmasyarakat
#stikesbadinusapangkalpinang
#franshabrizons
Minggu, 02 Juni 2019
Senin, 04 Februari 2019
KEGIATAN AKREDITASI STIKES ABDI NUSA PANGKALPINANG
Kegiatan Akreditasi Program Studi STIKES Abdi Nusa
Pangkalpinang
- Akreditasi Program Studi S1 Kesmas STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang dan dari hasil pelaksanaan akreditasi diperoleh predikat nilai C, skor nilai 295 berdasarkan SK. LAM-PTKES No. 0744/LAM-PTKes/Akr/Sar/XI/2017 Tanggal 24 Nopember 2017 dengan masa daluarsa sampai dengan tanggal 24 Nopember 2022.
- Akreditasi Program Studi D3 MPRS dan dari hasil pelaksanaan akreditasi diperoleh predikat nilai B, skor nilai 325 berdasarkan SK. LAM-PTKES No. 0254/LAM-PTKes/Akr/Dip/IV/2018 Tanggal 13 April 2018 dengan masa daluarsa samapai dengan tanggal 13 April 2023
Sabtu, 17 November 2018
Senin, 05 November 2018
INFORMASI JUMLAH PERTUMBUHAN RUMAH SAKIT DI INDONESIA
Jumlah RS di
Indonesia semakin meningkat. Sejak tahun
2012 sampai dengan saat ini Per Agustus 2018 berjumlah 2..866 rumah sakit
terdapat peningkatan sebesar rata-rata 5.5%.
RS di Indonesia
terdiri dari rumah sakit publik dan rumah sakit privat dengan jumlah total 2,866.
Pertumbuhan RS publik selama 6 tahun terakhir tidak sepesat pertumbuhan
RS privat. Rata-rata pertumbuhan RS publik
sebesar 0.5%, karena adanya penurunan jumlah RS Swasta non profit, sedangkan RS privat
sebesar 15.8%.
http://manajemenrumahsakit.net/2018/04/jumlah-rumah-sakit-di-indonesia/
Langganan:
Postingan (Atom)








